Pangan fungsional merupakan pangan yang dapat disajikan, serta dikonsumsi sehari-hari sebagai menu/diet yang memenuhi standar mutu, persyaratan keamanan, standar persyaratan lain, dan memiliki karakteristik sensoris yang sama seperti makanan pada umumnya, dari penampakan, warna, tekstur, ukuran, konsistensi, serta cita rasa yang dapat diterima konsumen. Ingredient dari pangan fungsional adalah berupa senyawa-senyawa bioaktif yang memiliki fungsi fisiologis spesifik bagi kesehatan, meliputi ingredient umum seperti vitamin, mineral, dan serat pangan, serta ingredient baru seperti fitosterol, kolin, dan isoflavon.Untuk klaim kesehatan yang diizinkan pada produk pangan fungsional, meliputi klaim kandungan gizi, klaim fungsi gizi dan klaim manfaat terhadap kesehatan. Contoh klaim kandungan gizi yang diizinkan adalah “diperkaya vitamin”, “mengandung serat pangan”, “tinggi kalsium”.
Sumber daya alam terutama bahan pangan lokal daerah merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Potensi yang dimiliki oleh pangan lokal Indonesia sangat besar dan bukan hal yang mustahil jika akan dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi pangan yang memiliki sifat fungsional, contoh bahan pangan lokal yang bisa dimanfaatkan diantaranya: ubi kayu, pisang, ubi jalar, jagung, teh, wortel dan lain-lain. Pengembangan pangan fungsional dan pangan lokal ini memiliki peran yang strategis baik secara ekonomi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan pangan lokal dalam pengembangan pangan fungsional dimaksudkan untuk memajukan pangan lokal unggulan yang diproduksi dan dikonsumsi daerah setempat.
Pangan Fungsional Berbasis Lokal dan Sifat Fungsionalnya
- 1. Jagung
Kandungan gizi di dalam jagung dikenal cukup tinggi. Komponen bioaktif yang banyak
di jagung diantaranya: serat pangan, asam lemak esensial, isoflavone, Fe (zat besi), β-karoten (pro vitamin A), asam amino esensial, dan lainnya. Selain kaya akan kandungan lemak esensial dan protein jagung juga diketahui memiliki kandungan betacryptoxanthin dapat menurunkan sekitar 15-40% resiko kanker paru-paru pada orang yang mengkonsumsi makanan yang mengandung betacryptoxanthin.
2. Pisang
Pisang salah satu buah yang tinggi akan karbohidrat, vitamin dan mineral. Sebanyak 15-20% kandungan karbohidrat di dalam pisang adalah pati Pati ini kemudian akan berubah mengalami hidrolisis menjadi glukosa yang ditandai berubahnya warna kulit yang menandakan pisang telah matang. Pati sangat baik untuk sistem pencernaan kita, dan terlebih lagi bagi para penderita diabetes, berdasarkan penelitian Musita, (2009) menyebutkan bahwa dari beberapa varietas pisang yang diteliti pisang batu memiliki pati resisten yang paling tinggi yaitu sebesar 39,35%, dan yang paling sedikit kandungan pati resistennya adalah pisang raja sereh yaitu 25,63%. Pemanfaatan pati pisang yang tinggi kandungan pati resistennya ini bisa digunakan dalam berbagai produk misalnya sebagai subsitusi adonan kue, roti, sereal, pizza, atau digunakan sebagai bahan pengisi produk susu, pudding, custard, pai, sup.
3. Ubi Kayu
Ubi kayu atau Singkong memiliki kandungan skopoletin yang merupakan komponen bioaktif yang mempunyai fungsi fisiologis bagi Kesehatan. Skopoletin merupakan senyawa yang banyak terkandung di dalam tanaman dan memiliki efek Kesehatan, senyawa ini termasuk pada golongan phytoalexins. Manfaat senyawa skopoletin ini telah banyak diteliti oleh para ahli dan berkolerasi positif pada Kesehatan diantaranya sebagai anti-neovaskularisasi dan anti-angiogenik.
4. Ubi Jalar
Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan jenis umbi yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang produktivitasnya cukup tinggi di Indonesia ini karena dapat tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Selain karbohidrat ubi jalar ini tinggi akan vitamin C, beta karoten, vitamin B1, B2, B12 dan mineral. Karena kandungan yang dimilikinya, ubi jalar ini bermanfaat untuk Kesehatan salah satunya untuk mencegah stress oksidatif. Stres Oksidatif adalah kondisi dimana anatar radikal bebas jaringan dan kadar antioksidan tidak seimbang sehingga dapat memicu berbagai jenis penyakit.
Sumber:
Khoerunisa, T.K. 2020. Review : Pengembangan Produk Pangan Fungsional Di Indonesia Berbasis Bahan Pangan Lokal Unggulan. Indonesian Journal of Agricultural and Food Research. 2(1), 49-59.

Komentar
Posting Komentar